Bagaimana Tehnik Analisis Sidik Jari Mengetahui Bakat Anak

0

Bagaimana Tehnik Analisis Sidik Jari Mengetahui Bakat Anak

 
i
Rate This
Quantcast

Dulu Kita hanya tahu bahwa tehnik analisis sidik jari sering digunakan petugas kepolisian atau detektif handal guna melacak suatu kasus. Namun Belakangan ini tehnik analisis sidik jari dikembangkan lebih jauh untuk menggali potensi anak sejak dini, Sebagaimana yang sering di beritakan di media massa ataupun elektronik. Untuk itu bahasan kali ini tentang bagaimana sebenarnya dasar dan cara kerja tenhik yang dikenal dengan fingerprints Analysis(FPA) ini sehingga bisa untuk ‘mengintip’ minat dan bakat seorang anak.
Dispotional theories
Tehnik sidik jari/ finger prints analysis bisa dimanfaatkan sebagai salah satu metode untuk menganalisa kepribadian. Ini mengacu pada dispotional theories yang dikemukakan oleh eysenck dkk, bahwa keribadian padadasarnya sudah ditentukan dan ada kaitannya dengan faktor biologis tubuh
Sidik jari dan sistem kerja otak
Menurut Efnie Indrianie,M.Psi, staf pengajar salah satu Unversitas diindonesia mengatakan Dasar untuk memaknai analisa sidik jari ini adalah neuroscience (ilmu syaraf) yang menganalisa kerja otak. Dalam ilmu dermatoglypics-ilmu tentang pembentukan pola sidik jari yang diawali oleh Guard Bidloo pada tahun 1685 menemukan bahwa sejak usia kandungan 13 minggu pola sidik jari manusia telah terbentuk dan akan lengkap pada usia 24 minggu. Pembentukan ini dipengaruhi oleh tekanan dibawah kulit dan terdapat keterkaitan dengan hormon perkembangan serta sistem syaraf pusat. Sehingga dengan menganalisa sidik jari, kita bisa menganalisa sistem kerja otak seseorang. karena pola sidik jari manusia tidak ada yang sama atau dengan opini kemungkinan kesamaanya 1 : 64 milyar.
Berdasarkan penemuan Howard Gardber , ahli medis dan pendidikan harvard University, terdapat 8 kemampuan otak berkaitan dengan spesifikasi struktur kecerdasan dan bakat seseorang sehingga membedakan dirinya dengan orang lain. Perbedaaan bisa karena manifestasi genetik yang bersifat spesifik pada proses perkembangan susunan sistem syaraf pusat, salah satunya bisa dideteksi melalui pola garis-garis sidik jari yang memilki informasi genetik untuk menentukan sruktur otak mana yang dominan. Juga mencerminkan gaya berpikir (style of thinking) yang berbeda akan sejalan dengan kebutuhan gaya belajar (style of learning) yang unik.
Cara Kerja Analisis Sidik Jari
  • Pertama dilakukan scanning sidik jari dengan alat fingerprint scanner biometric system-pemindai (scanner) khusus sidik jari yang aplikasinya menggunakan software penunjang untuk mengolah image dan data yang diperoleh.
  • Setelah pemindaian kemudian disimpan dalam format gambar kemudian para analis akan meneliuti gambar dan mengidentifikasi serta mengklasifikasikan titik-titik dan garis dalam gambar tersebut.
  • Data yang dihasilkan dimasukan kedalam software generator assesment report yang dianalisa dan diperiksa ulang oleh tim psikolog juga dokter.
  • Hasilnya akan diberitahukan kepada anda kira-kira 1-4 minggu setelah scanning.
Ya, metode fingerPrints Analysis ini memang hanya untuk membantu kita mengenali kekuatan dan kekurangan dalam diri anak. Namun begitu kita sebagai orang tua dilarang membatasi eksplorasi dan minat belajar anak selama itu baik untuk perkembanganya. Sehingga bagaimanapun juga untuk pencapaian yang lebih optimal tetap dipengaruhi oleh pemenuhan nutrisi seimbang, disertai stimulasi yang tepat dari orang tua, guru serta lingkungan disekitanya. (m&k)


from: http://herrysusant.wordpress.com/2011/01/11/bagaimana-tehnik-analisis-sidik-jari-mengetahui-bakat-anak/

HUBUNGAN POLA SIDIK JARI DENGAN OTAK

1

HUBUNGAN POLA SIDIK JARI DENGAN OTAK

Pola sidik jari terbentuk sejak janin dalam kandungan usia 13 minggu – 19 minggu. Pola sidik
jari juga bersifat herediter/diturunkan dari orang tuanya. Pola sidik jari dipengaruhi oleh DNA
seseorang.
Pada th 1986, telah dilakukan penelitian oleh Dr. Rita Levi Montalcini dan Dr Stanley Cohen,
tentang adanya korelasi antara Nerve Growth Factor (NGF) dan Epidermal Growth Factor
(EGF). Pada penelitian ini ditemukan korelasi antara pola garis epidermal kulit dengan sistem
pertumbuhan saraf yang menunjukkan terdapatnya hubungan pola sidik jari dan otak
Seperti kita ketahui sistem saraf pusat itu terhubungkan dengan bagian bagian dari otak. Dan
otak merupakan pusat semua aktifitas fisik dan mental seseorang. Setiap bagian bagian otak
pada area pre frontal, frontal, occipital, parietal dan temporal mempunyai fungsi fungsi yang
berbeda dan kekuatan/dominansi yg berbeda. Sehingga logis bila pola pola sidik jari sesorang
itu bisa memanifestasikan kerja dari bagian bagian otak tersebut.
Namun memang apa yg terekam pada sidik jari sekarang, tidak 100% merupakan manifestasi
sesorang saat itu. Karena faktor pembentukan/pendidikan oleh lingkungan juga ikut berperan.

Jakarta, 15 mei 2011
Dr Syailendra WS. SpKJ.

*************************************************************************************


APAKAH SUDAH PERNAH ADA YANG MELAKUKAN PENELITIAN ILMIAH DENGAN
MEMANFAATKAN METODE SIDIK JARI?
Sidik jari saat ini menjadi topik hangat yang diperdebatkan mengenai keabsahan ilmiahnya.
Namun, perlu dipahami bahwa pemanfaatan sidik jari juga sudah dipergunakan dari dahulu. Hal
ini dilakukan oleh Zhai Guijun, dalam makalahnya “Report on Study of Multivariate Intelligence
Measurement through Dermatoglyphic Identification” Beijing Oriental KeAo Human Intelligence
Potential Research Institute Zhengzhou DongFangZhou Intelligence Measurement &
Consultation Research Center Wuhan University Oriental Intelligence Research & Test Center
yang dipublikasi pada 15 april 2006.
Berikut kutipan pernyataan yang dibuat oleh Zhai Guijun dalam makalahnya :
“I started to study the correlation of dermatoglyph (fingerprints) and human intelligence in
1988. Through 19-year continuous efforts, I have established a preliminary systematic method
for intelligence measurement through Dermatoglyphic identification. I have successively made
study, measurement and sampling of over 40 thousand people in 25 regions of China, and
gradually improved the practice and theory of Multivariate Intelligence Measurement through
Dermatoglyphic Identification, as well as made it highly reliable and effective. The method of
Multivariate Intelligence Measurement through Dermatoglyphic Identification passed the
Science and Technology Achievement Appraisal (YKYCZ9212) by Henan Academy of Sciences
on October 4, 1992, and also passed the demonstration jointly presided by the Genetics Society
of China, the Working Committee for Popular Science Activities under China Psychological
Society, and the Working Committee for Health Care of Women and Children under China
International Exchange and Promotive Association for Medical and Health Care (CPAM) on
April 15, 2006.
Zhai Guijun mengemukakan bahwa dengan memanfaatkan sidik jari dalam penelitian ini hasil
yang ia peroleh relatif konsisten dengan angka reliabilitas 0.798, 0.725, 0.840, and 0.381
dengan melakukan pengukuran pada anak-anak sekolah dasar. Validitasnya adalah 0.995.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini :
The study on multivariate intelligence measurement through dermatoglyphic
identification (finger print) makes physiological and physical measurement of human
intelligence possible. It is most likely an easily workable and accurate intelligence
measurement before people can make precise determination of human intelligence from
gene level. It is possible to become the latest generation of intelligence measurement
methods in succession to “Assessment Scale”. Multivariate intelligence measurement
through dermatoglyphic identification is capable to accurately identify the intelligence difference
and personality difference of individuals. Therefore it may be used by schools or institutions in
making appropriate selection of different talents. Dermatoglyph is the external existence of
human genes and brains, and may also be considered as a representation of DNA sequence.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan penelitian yang dilakukan Zhai
Guijun, finger print analysis dapat dijadikan sebagai salah satu metode untuk mengukur potensi
yang dimiliki oleh individu.

Bandung, 15 Mei 2011
Efnie Indrianie,M.Psi,Psikolog 
 
from: http://testsidikjari.blogspot.com/

Bakat Bisa Diteropong dengan Sidik Jari, Akurasi 90%

0


Bakat Bisa Diteropong dengan Sidik Jari, Akurasi 90%

Jakarta - Setiap orang dilahirkan berbeda. Itulah yang menjadikan

setiap orang terlahir istimewa. Sejak lahir, setiap orang membawa bakat

masing-masing.

Potensi terpendam atau bakat seseorang ternyata bisa diteropong dengan

sidik jarinya lho.

Tentu saja hal ini berbeda dengan palmistri atau ilmu untuk mempelajari

garis tangan. sebab, yang dilihat hanyalah sidik jari kedua tangan.

"Sidik jari dapat mengungkapkan tingkat kecerdasan, sifat, dan perilaku

seseorang," ujar analis sidik jari Al Gaan.

Hal itu disampaikan dalam talkshow and launch fingerprint test

understanding your multiple intelligences through fingerprint di Hotel

Garden, Jl Taman Kemang, Jakarta, Jumat (7/9/2007).

Sidik jari manusia mulai terbentuk ketika masih menjadi embrio berumur

21 minggu.

"Tingkat akurasi tes sidik jari ini bisa mencapai 90 persen. Ini adalah

salah satu cara untuk mengetahui kecerdasan yang kita punya," imbuh Al.

Dengan melakukan tes tersebut kapada anak, maka potensi anak bisa di-

manage dengan benar dan bijak. Orang berumur satu tahun hingga lanjut

usia bisa menjalani tes ini.

Nurvita Indarini - detikcom
Prev: Orang Beriman
Next: Modus penculikan anak di Carefour - Perhatian untuk semua


from: http://usooki.multiply.com/journal/item/65/Bakat_Bisa_Diteropong_dengan_Sidik_Jari_Akurasi_90

Sidik jari dan Bakat Anak

0

Sidik jari dan Bakat Anak

Selasa, 26 April 2011 - Karena di masyarakat semakin gencar dikampanyekan adanya hubungan sidik jari dan bakat anak, maka fakil merasa bertanggung jawab untuk mengupas sedalam-dalamnya klaim-klaim yang diberikan jasa ini dari sisi kritis dan melihat kemungkinan adanya dukungan ilmiah terhadap klaim tersebut. Karena klaimnya sangat banyak, kami memilih untuk mengurutkannya saja, ketimbang membahasnya sekaligus.


Kadang sains menemukan sesuatu yang aneh, lebih aneh dari yang dibayangkan pseudosains. Sidik jari telah lama dipandang memiliki fakta ilmiah yang kokoh. Fakta-fakta ilmiah kokoh mengenai sidik jari antara lain:
  1. Sidik jari tiap manusia beda
  2. Sidik jari ada pada semua primate dan beberapa mamalia
  3. Sidik jari berevolusi untuk membantu genggaman primata
  4. Sidik jari memiliki hubungan dengan penyakit mental tertentu atau kecerdasan yang sangat tinggi
Satu hal yang mengejutkan adalah munculnya “fakta” baru di masyarakat kalau sidik jari berhubungan dengan bakat anak. Akibatnya sejumlah lembaga dan perusahaan mengkampanyekan jasa pemeriksaan sidik jari anak untuk melihat potensi sang anak di masa depan. Tapi, yang semacam ini sangat dekat dengan pseudosains seperti ramalan tapak tangan. Mari kita cek klaimnya satu demi satu:
Berbasis pada Kecerdasan Ganda Howard Gardner
Kami sudah membahas sebelumnya kalau kecerdasan ganda tidak ilmiah. Ia tidak punya bukti efektivitas, tidak punya bukti neurologis, tidak punya alat ukur, ambigu dalam definisi, sebenarnya adalah bakat ganda dan tautologis. Jasa Sidik Jari memang benar merujuk kalau kecerdasan ganda sebenarnya bakat ganda, tapi gagal menyadari kalau kelemahan lainnya.
100 pemikir paling berpengaruh dari mana?
Tiap jari berhubungan dengan tiap lobus di Otak
Menurut klaim jasa sidik jari:
Jari kelingking = Occipital lobe
Jari manis = Temporal lobe
Jari tengah = Parietal lobe
Jari telunjuk = Inferior frontal lobe
Ibu jari = Superior Frontal lobe
Tiap jari berasosiasi katanya dengan tiap lobus otak
Sekarang kita bandingkan dengan fungsi tiap lobus otak ini
Occipital lobe = berasosiasi dengan proses visual
Temporal lobe = berasosiasi dengan persepsi dan pengenalan stimuli auditori, memori dan ucapan
Parietal lobe = berasosiasi dengan gerakan, orientasi, persepsi stimuli
Inferior frontal lobe = berasosasi dengan konsep persepsi dan penalaran
Superior frontal lobe = berasosiasi dengan penalaran, perencanaan, bagian dari ucapan
Bagian-bagian otak
Sekarang bagaimana hubungannya? Menurut jasa sidik jari:
Jari kelingking kiri = bakat visual
Jari kelingking kanan = bakat pengamatan
Jari manis kiri = bakat akustik
Jari manis kanan = bakat bahasa
Jari tengah kiri = bakat imajinatif
Jari tengah kanan = bakat operasi
Jari telunjuk kiri = bakat artistik
Jari telunjuk kanan = bakat analisa logika
Ibu jari kiri = bakat kreatif
Ibu jari kanan = bakat perencanaan

Interface sebelum Menapakkan tangan
Perhatikan bagaimana peran tiap lobus otak dengan menghubungkannya ke jari di tangan sehingga bisa dikatakan kalau kemampuan otak dapat dideteksi dari tiap jari.  Jadi kunci dari klaim ini adalah adanya asosiasi antara jari dan lobus otak. Apa buktinya? Lalu apa hubungannya dengan bakat ganda Gardner? Kita tinggalkan dulu pertanyaan ini. Sekarang perbedaan individu:
Dikatakan ada lima tipe sidik jari di tiap jari manusia dan menurut jasa sidik jari bakat, tiap tipe ini berasosiasi dengan tipe belajar:
Pusaran (whorl) = pembelajar kognitif
Loop ulnar = pembelajar afektif
Loop radial = pembelajar berpikir kritis
Tented arch = pembelajar antusiastik
Arch = pembelajar reflektif
Kemudian juga dihitung sudut AtD telapak tangan dengan kategori:
Sudut AtD < 40 derajat = pembelajar efektif
Sudut AtD antara 40 dan 44 derajat = pembelajar normal
Sudut AtD > 44 derajat = pembelajar afektif
Mari kita coba pakai pengetahuan yang kita ketahui mengenai jari dan otak:

Keberatan Secara neurologi
Jari adalah anggota gerak tubuh sekaligus alat peraba, ia terhubung dengan korteks motorik yang terdapat di frontal lobe dan korteks somatosensorik yang terletak di parietal lobe. Korteks motorik mengendalikan gerakan jari sementara korteks somatosensorik mengendalikan penginderaan sentuh jari.
Berdasarkan fakta ini, otomatis setiap jari dikendalikan oleh frontal lobe dan parietal lobe, tetapi jasa sidik jari mengatakan hanya jari tengah yang berasosiasi dengan parietal lobe. Jadi ini berarti hanya jari tengah yang dapat merasakan panas kalau kita menyentuh sesuatu yang bersuhu tinggi. Anda tidak akan merasa panas jika menyentuh bara dengan telunjuk, karena asosiasinya bukan ke parietal lobe. Absurd?
Begitu juga frontal lobe, dalam klaim jasa sidik jari, ia hanya berasosiasi dengan ibu jari dan jari telunjuk. Kalau benar berarti hanya ibu jari dan jari telunjuk yang bisa bergerak. Jari yang lain tidak bisa bergerak. Absurd?

Anda mungkin berpendapat kalau hal ini tidak sekaku demikian. Memang ada porsi frontal lobe di semua jari dan juga porsi parietal lobe di semua jari. Tapi itu juga berarti porsi dari lobe lainnya ada di semua jari, lalu kenapa tiap jari punya kelebihan. Jika jari telunjuk dan jari tengah punya kelebihan porsi frontal, bukankah ini berarti kalau kedua jari ini lebih lincah dari jari lainnya? Kalau jari tengah punya kelebihan porsi parietal, bukankah ini berarti jari ini lebih peka pada deteksi lainnya?
Keberatan secara evolusi
Seleksi alam bekerja efisien, ketimbang mengendalikan tiap jari dengan satu lobus otak masing-masing, seleksi alam akan memilih mengendalikannya cukup dengan satu dua lobus. Memakai semua lobus tidak efisien secara energi karena berarti energi diberikan pada semua lobus. Apa manfaat evolusioner dari menyalurkan temporal dan occipital ke jari?
Kekaburan makna
Apa makna dari afektif, efektif, kognitif, antusiastik, kritis, dsb. Semua istilah yang dibuat manusia untuk mempermudah pengkajian. Bila anda buka buku teori pendidikan, para ahli berdebat mengenai definisi pasti dari tiap istilah ini. Lalu jasa sidik jari datang mengatakan kalau istilah-istilah tersebut sesuatu yang pasti. Atas dasar apa? Atas dasar sidik jari? Itu artinya logika sirkuler. Anda ingin menunjukkan sidik jari menentukan bakat atau menunjukkan kalau bakat menentukan sidik jari?

Pencet
Kegilaan marketing
12 ribu lebih siswa bunuh diri di India tiap tahun karena stress ujian sekolah
Penyebab utamanya karena tekanan teman dan orang tua
DMIT (Jasa sidik jari) dapat menawarkan masukan penting bagi konseling dan panduan siswa
Oke, ini masalah etis, tapi kenapa harus menjanjikan sebegitu besarnya efektivitas bila tidak punya kekokohan ilmiah sama sekali?
Contoh lain : DMIT GeneCode video dari Malaysia pada 3:37
“Jenius itu 99% usaha dan 1% bakat”
Ini bukan fakta ilmiah. Jenius itu jauh lebih besar disebabkan bakat. Dan ini bukan semata sesuatu yang pasti bisa dihitung persentasenya semata. Dunia tidak sesederhana yang dikatakan motivator (fakil anti motivator)
Hubungan sidik jari dan kecerdasan
Ini adalah daftar pranala penelitian yang menunjukkan hubungan sidik jari dan kecerdasan
M. Vashist, R. Yadav, N. & A. kumar : Axial triradius as a preliminary diagnostic tool in patients of mental retardation. The Internet Journal of Biological Anthropology. 2010 Volume 4 Number 1 http://www.ispub.com/journal/the_internet_journal_of_biological_anthropology/volume_4_number_1_61/article/axial-triradius-as-a-preliminary-diagnostic-tool-in-patients-of-mental-retardation.html
Kesimpulan penelitiannya kalau orang dengan keterbelakangan mental dapat dilihat dari sudut aksial radiusnya. Ini juga menggunakan indikator IQ.

Keterbelakangan mental dan sangat cerdas itu tidak normal
Najafi, M. Association between Finger Patterns of Digit II and Intelligence Quotient Level in Adolescents  -Iranian Journal of Pediatrics, Volume 19 (Number 3), September 2009, Pages: 277­284  http://www.sid.ir/en/VEWSSID/J_pdf/92320090310.pdf
Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan pola tertentu sidik jari telunjuk dengan kecerdasan saat dewasa. Dengan kata lain, konsep IQ tetap cukup, tidak perlu bakat ganda, dan itupun hanya jari telunjuk, bukan jari lainnya. Tidak semua pola memiliki hubungan dan peneliti juga ragu dengan hasil penelitiannya sendiri.
Cesarik, M., et al, Quantitative Dermatoglyphic Analysis in Person With Superior Intelligence, Coll. Antropol, 1996, 20(2):413-418 – http://www.collantropol.hr/_doc/Coll.%20Antropol.%2020%20(1996)%202:%20413-418.pdf
Penelitian ini menunjukkan kalau orang yang sangat cerdas dapat dikenali dari sidik jarinya. Kembali ia hanya memakai IQ saja sebagai indikator.
Penelitian dari China:
2002 – http://en.cnki.com.cn/Article_en/CJFDTOTAL-JPXZ200201023.htm
1996 – http://en.cnki.com.cn/Article_en/CJFDTOTAL-CDYX602.006.htm
1995 – http://en.cnki.com.cn/Article_en/CJFDTOTAL-RLXB501.005.htm
1989 – http://en.cnki.com.cn/Article_en/CJFDTOTAL-HNYK198901009.htm
Perhatikan kalau semua sumber hanya mampu menunjukkan asosiasi dengan IQ. Bila anda menghubungkannya dengan sidik jari anak yang katanya memiliki bakat kecerdasan ganda, apa landasannya?

Kritikus Independen
Mereka melakukan tinjauan kritis sejenis. Kesimpulannya :
Tidak ada bukti ilmiah kalau ia bekerja
Berbohong dalam promosinya
Membuat klaim menyesatkan
Memberi bukti kesaksian, bukan bukti ilmiah
Bicara dalam istilah pseudosains
Tidak diterima di barat yang masyarakat umumnya rasional
Fakta tentang sudut AtD
Kembali kita ambil klaim dari jasa sidik jari :
Sudut AtD < 40 derajat = pembelajar efektif
Sudut AtD antara 40 dan 44 derajat = pembelajar normal
Sudut AtD > 44 derajat = pembelajar afektif

Di India juga ada
Dan ini yang diungkapkan sains:
Sudut AtD < 30 derajat = sering ditemukan pada penderita keterbelakangan mental (IQ<70)
Sudut AtD antara 30 dan 40 = sering ditemukan pada orang cerdas (IQ > 120)
Sudut AtD antara 40 dan 55 = normal
Sudut AtD > 55 derajat = sering ditemukan pada penderita keterbelakangan mental (IQ <70)
Sudut AtD > 60 derajat = penderita sindrom Down (trisomi 21 dan gangguan trisomi lainnya)

Telapak tangan manusia normal dengan sudut AtD nya
Sumber :
Perhatikan bagaimana jasa sidik jari berbeda penafsiran dengan hasil penelitian ilmiah. Jasa sidik jari bakat tidak memasukkan data tentang anak keterbelakangan mental atau sindrom Down, posisi normal berbeda, dan sains tidak mengenal istilah afektif efektif.
Dr. Rita Levi-Montalcini dan Dr. Stanley Cohen
Situs ini mengatakan penemunya adalah Levi-Montalcini dan Cohen.
Berikut klaimnya :
Later on, Dr. Rita Levi-Montalcini and Dr. Stanley Cohen found a correlation between NGF (Nerve Growth Factor) and EGF (Epidermal Growth Factor). The correlation can be explained as follows.
1. The fingerprint on the thumb correlated with prefrontal brain sections. 2. The fingerprint on the index correlated with frontal brain sections. 3. The fingerprint on the middle finger of the brain correlated with the parietal. 4. The fingerprint on the ring finger of the brain associated with temporal. 5. The fingerprint on the little finger associated with the occipital brain.
Ini omong kosong besar. Coba anda cek di Wikipedia apa itu :
Dan
NGF adalah protein kecil yang penting untuk pertumbuhan, perawatan dan kesintasan sel syaraf targetnya. Ia berfungsi sebagai molekul pensinyal. Dengan kata lain, ia adalah dokternya sel syaraf manusia.
EGF juga sama. Ia adalah protein kecil yang penting untuk pertumbuhan, perawatan dan kesintasan sel kulit targetnya.

Periksa tangan sekarang
Dengan kata lain mengatakan NGF berkorelasi dengan EGF sama saja mengatakan syaraf berkorelasi dengan kulit. Bahkan sebelum NGF dan EGF ditemukanpun orang sudah tahu. Apa hubungannya dengan klaim kalau jari berhubungan dengan masing-masing lobus otak coba?
Tidak pernah pula ada hubungannya NGF dan EGF dengan sidik jari dan bakat. Intinya, NGF dan EGF hanyalah pencaplokan istilah sains semata agar telihat, ya ilmiah.
Profesor Roger Lin
Cek klaimnya disini : Profesor Roger Lin
Profesor Roger Lin
Apa yang aneh adalah :
“Skala itu disusun berdasarkan NLP Training Act Amerika Serikat,..”
Kami telah tunjukkan kalau Neurolinguistic Programming (NLP) tidak ilmiah, tidak ada bukti dan tidak memiliki efektivitas. Jika skala potensi sidik jari dan bakat anak disusun berdasarkan NLP, maka dia dua kali lipat absurditasnya.
Pencarian nama Roger Lin dalam database sciencedaily dari tahun 2005 yang memuat 101.589 laporan penelitian ilmiah tidak menunjukkan hasil padahal ada 398 laporan. Satu-satunya data objektif yang bisa diyakini dari biografi Roger Lin di atas adalah penemuan sensor telapak tangannya saja, bukan efektivitas dari bakat anak dan sidik jari.
Sidik jari berkembang dalam kandungan?
Salah besar. Coba lihat jari bayi yang baru lahir dan periksa ada tidaknya sidik jari disitu. Faktanya sidik jari terbentuk mulai pada usia 10 minggu dan selesai pada usia 24 minggu. Faktor yang menyebabkan sidik jari adalah faktor kebetulan, lingkungan dan warisan (Jeremy Haack, 2008). Fakta ini sudah lama diketahui di dunia kepolisian untuk pelatihan pengenalan sidik jari di TKP.

Laporan
Penelitian Basset et al
Penelitian ini baru selesai tanggal 19 Oktober 2010. Masih sangat baru tapi relevan dengan kasus hubungan jari dan bakat kita. 18 orang partisipan, semua dominan tangan kanan, mengikuti pemeriksaan fMRI (Scan Otak) saat ditugaskan menekan tuts-tuts piano dengan jari kiri (ibu jari tidak diperbolehkan). Setiap partisipan memiliki sedikitnya 4 tahun pengalaman dengan alat musik, pandangan normal dan tidak punya sejarah penyakit syaraf atau gangguan psikologis. Pengukuran dilakukan dalam tiga sesi latihan dalam periode 5 hari.
Nah berdasarkan asumsi jasa sidik jari kita, karena para partisipan adalah orang-orang berbakat musik maka kita akan menduga kalau bagian paling aktif adalah temporal lobe, karena katanya bakat akustik berada di jari manis dan jari manis berkaitan dengan temporal lobe. Mari kita lihat hasil scan:
Bandingkan dengan lokasi lobus otak :
Ada 112 titik di korteks yang aktif saat itu. Temporal lobe terletak di daerah sekitar telinga kita ke belakang. Tapi begitu anda lihat dalam functional parcellation, apakah temporal lobe sangat aktif? Tidak. Ia bahkan tidak hadir dalam kondisi awal. Perlu diketahui kalau potret otak di atas berdasarkan skala waktu, bukan irisan otak. Jadi pada awal tugas bermain piano (kiri atas) yang aktif adalah frontal lobe, dan seterusnya hingga kotak kanan bawah. Lihat, bahkan tugas yang sudah jelas menunjukkan bakat musik melibatkan interaksi dinamis berbagai bagian otak. Tidak sesederhana yang dikatakan jasa sidik jari.

Zhai Guijun
Penelitian berikut sangat menarik : Zhai Guijun. Report on Study of Multivariate Intelligence Measurement through Dermatoglyphic Identification. Beijing Oriental KeAo Human Intelligence Potential Research Institute, 2006: http://www.zdzw.com/html/yulw.htm
Ia merupakan satu-satunya penelitian yang mendukung sidik jari cerdas lewat kecerdasan ganda. Walau begitu perlu diperhatikan kalau:
  1. Penelitian tidak diterbitkan di jurnal peer review, tapi secara online
  2. Tidak ada referensi yang dikutip
  3. Belum ada satupun penelitian yang mendukungnya

Dan seandainya anda mencoba mengatakan penelitian ini mendukung sidik jari dan bakat, silakan pelajari hasil penelitian tersebut. Anda akan melihat:
  1. Ia tidak mengatakan sama sekali hubungan antara tiap lobus otak dengan jari
  2. Pengarangnya bukan Roger Lin
  3. Dia tidak menyebutkan sama sekali NGF dan EGF
  4. Definisi kecerdasan yang digunakan ditentukan sendiri

Kesimpulan
Hubungan sidik jari dan bakat masih sangat controversial. Hanya ada satu penelitian ilmiah yang mendukung dari sekian banyak yang ada. Sebagian besar kampanye hubungan sidik jari dan bakat hanyalah pseudosains. Memakai istilah sains seolah apa yang ia klaim didukung fakta ilmiah. Hal ini selalu terjadi pada masyarakat kita yang awam dan tidak berpikir kritis. Pendidikan tidak sesederhana kecerdasan ganda, NLP, peta pikiran, sidik jari, otak kiri otak kanan, ESQ, mitos 10% otak, kata-kata ahli motivasi, mitos perkembangan otak, reiki, aktivasi otak tengah, dsb. Pendidikan melibatkan seluruh otak, tiap orang khas, dipengaruhi sekian banyak faktor yang membuat para ilmuan dan pendidik pusing ratusan tahun lamanya. Menyederhanakannya semata lari dari masalah untuk harapan semu. Dari pada anda menggunakan 500 ribu rupiah uang anda untuk terapi, lebih baik anda gunakan untuk menghabiskan waktu bersama anak anda, menyanyi, ngobrol, membaca, bermain bersama, membelikannya sayur dan buah dan menghindarkannya dari pengaruh buruk televisi. Cara sederhana tapi selalu terbukti untuk perkembangan kecerdasan dan bakat anak.


Referensi ilmiah
Basset, D.S., Wymbs, N.F., Porter, M.A., Mucha, P.J., Carlson, J.M., Grafton, S.T. “Dynamic Reconfiguration of Human Brain Networks during Learning.” 19 Oct 2010.
Cesarik, M., et al, Quantitative Dermatoglyphic Analysis in Person With Superior Intelligence, Coll. Antropol, 1996, 20(2):413-418
Fiore M, Chaldakov GN, Aloe L (2009). “Nerve growth factor as a signaling molecule for nerve cells and also for the neuroendocrine-immune systems”. Rev Neurosci 20 (2): 133–45
Liu Shusen;et al Correlation Analysis Between Fingerprint Pattern And Intelligence. ;Journal Of Chengde Medical College;1995-01
LUO Tong Xiu, XU Ming Zong, LI Shi Wang, ZHOU Xiang, OUYANG Chi, ZHOU Xin Lian . Research on dermal ridge in students with high intelligence. HEREDITAS(BEIJING);1999-03
M. Vashist, R. Yadav, N. & A. kumar : Axial triradius as a preliminary diagnostic tool in patients of mental retardation. The Internet Journal of Biological Anthropology. 2010 Volume 4 Number 1
Najafi, M. Association between Finger Patterns of Digit II and Intelligence Quotient Level in Adolescents  -Iranian Journal of Pediatrics, Volume 19 (Number 3), September 2009, Pages: 277­284
Purves D, Augustine G, Fitzpatrick D, Hall W, LaMantia A, McNamara J, White L (2004). Neuroscience. Sunderland, Mass: Sinauer. pp. 72–173, 600–606.
Quan Yuelong;Liu Zhonghua; Xu Pingfang;Ding Feng. A Dermatoglyphics Study Of Supernormal Children. ?Acta Anthropologica Sinica? 1995-01
Zhai Guijun. Report on Study of Multivariate Intelligence Measurement through Dermatoglyphic Identification. Beijing Oriental KeAo Human Intelligence Potential Research Institute, 2006.
Referensi populer
Jeremy Haack, 2008. Fingerprints.



from: http://www.faktailmiah.com/2011/04/26/sidik-jari-dan-bakat-anak.html

Intip Bakat Anak Lewat Analisis Sidik Jari

0
Intip Bakat Anak Lewat Analisis Sidik Jari
shutterstock
KOMPAS.com — Langkah paling awal untuk mengembangkan potensi kecerdasan anak adalah dengan mengenali bakat dan gaya belajarnya. Untuk mengetahuinya, orangtua bisa mengajak anak melakukan analisis sidik jari (fingerprint analysis).

Analisis sidik jari adalah sebuah metode pengukuran dengan pemindaian (scanning) sidik jari anak untuk mengetahui gaya bekerja otak yang paling dominan dalam kaitannya dengan potensi, motivasi, karakter, dan gaya belajar anak.

"Penggunaan alat tes dimaksudkan untuk membantu para orangtua lebih mudah dalam memahami potensi tersebut. Dengan mengenali bakat anak lebih dini, orangtua lebih mudah dalam memberikan stimulus dan pengarahan yang tepat," kata Andrian Benny Hidayat, Direktur PsychoBiometric Research Lab R&D Talent Spectrum.

Ia menjelaskan, saat ini banyak orangtua dan guru yang kesulitan berinteraksi dengan anak sehingga meminta anak untuk belajar bukanlah hal yang mudah. Tidak jarang pula orangtua memaksakan anaknya mengikuti kegiatan les yang tidak diminati anak. "Setiap anak punya bakat, dengan mengenalinya, ini bisa bisa jadi modal awal dalam meraih cita-cita anak," paparnya.

Andrian menegaskan, analisis sidik jari bukanlah sebuah ramalan karena didasari oleh penelitian dan metode alamiah. "Analisa ini juga bukan alat vonis, alat ukur kecerdasan, maupun alat pembanding," paparnya dalam seminar bertema "Analisa Sidik Jari" yang diadakan oleh Frisian Flag di Jakarta, Sabtu (6/3/2010).

Para ahli di bidang ilmu dermatoglyphics (ilmu yang mempelajari pola sidik jari) dan kalangan neuro-anatomi (kedokteran anatomi tubuh) telah menemukan fakta bahwa pola sidik jari bersifat genetis dan telah muncul ketika janin dalam kandungan.

Pola guratan-guratan kulit pada sidik jari, yang dikenal sebagai garis epidermal, ternyata memiliki korelasi dengan sistem hormon pertumbuhan pada sel otak yang sama dengan faktor garis epidermal.

Pada dasarnya metode analisis sidik jari hanya menginterpretasikan potensi dalam diri seorang anak, sedangkan pencapaian hasil kemampuan kecerdasan anak lebih dipengaruhi oleh usaha yang dilakukan oleh anak dengan dukungan dari orangtua, guru, dan lingkungannya.

"Dengan memahami potensi bakat anak, orangtua dapat mengetahui cara terbaik yang dapat dilakukan anak dalam belajar. Selain itu, bakat anak yang menonjol juga dapat dikembangkan dengan tenaga dan biaya, serta dalam waktu yang lebih efisien," papar Andrian.

Selain metode analisis sidik jari, ada beberapa metode lain untuk mengukur kepribadian seseorang, yakni metode psikometri yang mengukur kondisi psikologis seseorang dari aspek perilaku yang dimunculkan. Misalnya, tes IQ, tes bakat minat, tes kepribadian, grafologi, dan tes gambar.


from: http://kesehatan.kompas.com/read/2010/03/08/11054610/Intip.Bakat.Anak.Lewat.Analisa.Sidik.Jari

ketahui potensi dan bakat anak lewat sidik jari analisis!!!

0
| 0 komentar ]
Banyak orang tua yang mendaftarkan ananya ke berbagai tes bakat, tes kemampuan, maupun tes potensi akademik, dan sejenisnya. Tapi tahukah anda bahwa dengan mendeteksi sidik jari anak, kita bisa tahu apa bakat dan potensi yang dimiliki oleh anak tersebut. Mau tahu?

Analisa sidik jari bukan sekedar ramalan untuk memprediksi masa depan anak. Analisa sidik jari bersifat ilmiah sehingga orangtua bisa mengetahui potensi dan bakat anaknya.
Analisa sidik jari disebut juga Fingerprint Analysis yang merupakan metode pengukuran data biometrik dengan media pemindaian (scanning) sidik jari.

Metode ini dilakukan untuk mengetahui pola distribusi dan respons sistem saraf pada otak. Hasil ini kemudian diinterpretasikan secara psikologis sebagai gaya bekerja otak yang paling dominan yang terkait dengan potensi bakat, motivasi, karakter dan gaya belajar dan bekerja seseorang.

"Analisa sidik jari bukan merupakan ramalan, karena metode ini didasari dengan penelitian dan metode yang ilmiah," ujar Efnie Indrianie, M.Psi, psikolog dan dosen di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung, dalam acara Media Workshop 'Kenali Potensi, Karakter dan Gaya Belajar Anak Melalui Sidik Jari Cerdas Frisian Flag' di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (27/5/2010).

Efnie menuturkan analisa sidik jari lebih bersifat analisis prediktif dalam kaitan dengan potensi bakat yang dimiliki seseorang dan pengembangannya di masa mendatang.

Analisa sidik jari juga bukan alat vonis, alat ukur kecerdasan, maupun alat pembanding. Metode analisa sidik jari hanyalah menginterpretasikan distribusi potensi dalam dirinya sendiri, sementara pencapaian hasil kemampuan kecerdasan seseorang dipengaruhi oleh usaha atau ikhtiar yang dilakukan diri sendiri.

Metode ini menggunakan data biomedik, sidik jari yang permanen, sehingga bersifat sekali seumur hidup.

Namun demikian, pengembangan metode pengukuran dan interpretasi penilaian terkait dengan perkembangan ilmu saraf dan ilmu psikologi, menjadikan metode analisa sidik jari bersifat dinamis (updating).

Para ahli di bidang ilmu dermatoglyphics (ilmu yang mempelajari pola sidik jari) dan kalangan neuro-anatomi (kedokteran-anatomi tubuh) telah menemukan fakta penelitian bahwa pola sidik jari bersifat genetis, dan telah muncul ketika janin dalam kandungan, mulai dari usia 13 minggu dan lengkap pada usia 24 minggu.

Pola guratan-guratan kulit pada sidik jari, yang dikenal sebagai garis epidermal, ternyata memiliki keterkaitan dengan sistem hormon pertumbuhan sel pada otak (Nerve Growth Factor atau NGF) yang sama dengan faktor garis epidermal (Epidermal Growth Factor atau EGF).

Karena itulah, sangat wajar bila ternyata bukti ilmiah menyebutkan adanya korelasi lahiriah antara sidik jari dengan kualitas, bakat, dan gaya belajar seseorang.

"Setiap anak adalah individu unik yang berbeda. Tidak ada satu pun manusia yang memiliki pola sidik jari yang sama," tambah psikolog Efnie.

Bayi yang baru lahir sudah memiliki pola sidik jari yang jelas, karena memang pola sidik jari terbentuk sejak dalam kandungan. Analisa sidik jari bisa dilakukan pada anak sejak dini, sekitar usia 3 sampai 6 bulan.

Semakin dini potensi bakat, karakter dan gaya belajar anak diketahui oleh orangtua, maka orangtua dapat memberikan stimulasi atau rangsangan yang sesuai untuk tumbuh kembang serta minat anak dengan optimal.

"Secara umum faktor tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu genetika, lingkungan berupa stimulus atau rangsangan dan nutrisi," ujar Dr Dwi Puto Widodo, SpA(K), ahli neurologi anak dari RSCM.

Menurut Dr Dwi, faktor genetika hanya berpengaruh pada kecerdasan otak sebesar 40 persen, sedangkan 60 persen lainnya dipengaruhi oleh stimulus atau rangsangan dan nutrisi yang diberikan.

Dengan mengetahui potensi bakat, karakter dan gaya belajar anak sejak dini melalui analisa sidik jari, orangtua bisa mengoptimalkan perkembangan dan kecerdasan anaknya.

Metode analisa sidik jari ini bisa digunakan untuk menginterpretasikan beberapa kemampuan sebagai berikut:

1. Mengetahui karakteristik seseorang dalam belajar, bekerja, berkomunikasi dan beradaptasi
2. Mengetahui potensi bakat (talent) seseorang
3. Mengetahui gaya berpikir, gaya belajar, gaya bekerja dan pola manajemen yang diterapkan
4. Mengetahui kecenderungan potensi tekanan stres dalam menghadapi tantangan
5. Mengetahui kecenderungan karakter atau temperamen seseorang
6. Mengetahui dorongan atau hasrat seseorang dalam diri berdasarkan karakteristik gaya penyerapan informasi dan ekspresi pengolahan informasi


Dan tujuannya adalah sebagai berikut:

1. Merumuskan cita-cita yang sesuai dengan potensinya
2. Menggunakan gaya belajar yang efektif
3. Mengembangkan potensi bakat yang dominan agar bisa prestatif
4. Mengembangkan potensi kepribadian sehingga dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan siapapun dan dalam kondisi apapun
5. Menganalisis potensi kekurangan atau kelemahan pada dirinya serta memanajemenisasi kelemahan tersebut dalam bentuk strategi yang efektif.


from: http://mipaploesprivat.blogspot.com/2010/07/ketahui-potensi-dan-bakat-anak-lewat.html

sidik jari bisa teropongi bakatmu!!!

0

Sidik Jari Bisa Kenali Bakat dan Kemampuan Anak?Sidik Jari Bisa Kenali Bakat dan Kemampuan Anak?



Jumat, 28 Mei 2010 23:03 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kecerdasan anak bisa dibentuk dengan memberikan stimulus yang tepat sasaran bersumber pada pengenalan bakat dan gaya belajar. Pertanyaannya, sejauh mana orang tua mengenal bakat dan gaya belajar si kecil?

Pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dwi Putro Widodo mengatakan stimulus diperlukan si kecil guna menghadirkan pertumbuhan dan perkembangan jaringan otaknya.

“Pada usia dua tahun, anak memiliki dua proses penting. Pertama, pertumbuhan sel otak dan kedua, pendewasaan sel otak,” tukasnya saat berbicara dalam acara Analis Sidik Jari Cerdas Frisian Flag di Jakarta, Kamis (26/5).

Dwi menyebut dalam dua tahun itum komposisi otak anak meningkat secara drastis. Paska kelahiran, volume otak si kecil mencapai 200 gram dan naik pesat menjadi 1000 gram pada usia dua tahun. Sementara, volume otak pada usia remaja hingga dewasa mencapai 1200 gram.

Peningkatan volume otak ini merupakan fase dimana otak butuh stimulus untuk mendapatkan optimalisasi kemampuan kinerja otak si kecil. Dwi menuturkan, apabila momen pertambahan volume otak tidak diberikan stimulus memadai maka perkembangan kinerja sel saraf dan sinanpsi (jaringan penghubung saraf) tidaklah berfungsi maksimal.

Penurunan daya ingat ini, kata Dwi, akan berdampak pada kemampuan anak untuk menyerap pengetahuan dan pengalaman. Akibatnya anak bakal mengelami kesulitan untuk berkembang .”Anak yang makin sering distimulus jaringan sinapsisnya akan kuat dan bertahan lama. Semakin cerdas anak maka makin kuat kemampuan mengingatnya,” tukasnya.

Ia menambahkan, proses belajar berdasarkan pengulangan dapat terbentuk memori jangka pendek maupun jangka panjang. Setiap perkembangan dipengaruhi oleh tahap perkembangan sebelumnya dan mempengaruhi tahap perkembangan berikutnya.

Orangtua disarankan, memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya untuk belajar dengan menyediakan rangsangan motorik pada usia satu tahun pertama. “Otak adalah ciptaan tuhan dan kecerdasan ciptaan kita sendiri melalui pemberian stimulasi nutrisi dan non nutrisi,” pungkasnya.

Metode Pengukuran

Sejatinya pengenalan bakat dan minat anak telah dikenal dalam dunia psikologi. Salah satunya melalui tes penelusuran minat dan bakat atau yang dikenal dengan nama psikotes. Kini, psikotes bukanlah satu-satunya metode yang digunakan untuk menelusuri minat dan bakat anak. Metode lain itu adalah metode sidik jari atau finger prints analysis.

Metode sidik jari adalah metode pengukuran dengan pemindaian (scanning) sidik jari anak untuk mengetahui gaya bekerja otak yang paling dominan dalam kaitannya dengan potensi bakat, motivasi, karakter dan gaya belajar anak. Analisa sidik jari didasari penelitian dan metode yang ilmiah yang bersifat analisis deskriptif atau perkiraan potensi bakat yang dimiliki seseorang dan pengembangannya di masa depan.

Pakar bidang ilmu dermatologi dan neuroanatomi telah menemukan fakta penelitian bahwa pola sidik jari bersifat genetis dan telah muncul ketika janin dalam kandungan berusia 13-24 minggu.

Pola guratan-guratan kulit pada sidik jari ternyata diketahui memiliki keterkaitan dengan sistem hormon pertumbuhan sel pada otak. Kerena itu, para pakar berasumsi adanya bukti ilmiah yang menunjukan keterkaitan antara sidik jari dengan kualitas, bakat dan gaya seseorang.

“Penggunaan metode sidik jari dimaksudkan untuk membantu para orangtua lebih mudah dalam memahami potensi tersebut. Dengan mengenali bakat anak lebih dini, orangtua lebih mudah dalam memberikan stimulus dan pengarahan yang tepat," kata pakar psikologi, Efnie Indrianie.

Ia menjelaskan, saat ini banyak orangtua dan guru yang kesulitan berinteraksi dengan anak sehingga meminta anak untuk belajar bukanlah hal yang mudah. Tak jarang pula orangtua memaksakan anaknya mengikuti kegiatan les yang tidak diminati anak.

"Dengan memahami potensi bakat anak, orangtua dapat mengetahui cara terbaik yang dapat dilakukan anak dalam belajar. Selain itu, bakat anak yang menonjol juga dapat dikembangkan dengan tenaga dan biaya, serta dalam waktu yang lebih efisien," papar Efnie.

Selain metode analisis sidik jari, ada beberapa metode lain untuk mengukur kepribadian seseorang, yakni metode psikometri yang mengukur kondisi psikologis seseorang dari aspek perilaku yang dimunculkan. Misalnya, tes IQ, tes bakat minat, tes kepribadian, grafologi, dan tes gambar

from: http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/10/05/28/117533-sidik-jari-bisa-kenali-bakat-dan-kemampuan-anak-
 

Popular Posts